Larangan Makanan Untuk Dispepsia Dan Anjurannya

Larangan makanan untuk dispepsia dan anjurannya juga harus anda perhatikan, karena makanan yang kita konsumsi sangat berkenaan langsung dengan masalah dispepsia. apabila kuantitas dari makanan non vegetarian banyak, organ-organ dalam pada akhirnya akan melemah karena meningkatnya keasaman darah.

Kemudian ketika makanan dari lambung yang hanya tercerna sebagian oleh getah dari hati memasuki usus dua belas jari, pankreas yang lemah tidak akan mampu untuk mensekresikan cukup getah pencernaan.

Akibatnya, makanan yang hanya tercerna sebagian ini tidak akan sepenuhnya dapat diubah menjadi sari makanan. makanan yang tidak dicernakan dengan sempurna ini berangsur-angsur mengalami pembusukan di dalam usus dua belas jari dan oleh karenanya menyumbat jalan ke usus halus.

Makanan yang membusuk ini akan menghasilkan gas yang beracun di dalam tubuh yang tidak dapat dimurnikan oleh sistem pernafasan. Ia juga meningkatkan kadar keasaman darah sampai ke tingkat yang berlebihan. Keadaan kesehatan ini disebut “dispepsia”.

Makanan Yang Tidak boleh Dikonsumsi Penderita Dispepsia

)) Makanan Pedas dan Berbahan Dasar Tomat
Sudah barang tentu makanan-makanan pedas berbahan dasar tomat perlu dihindari bagi para penderita dispepsia. Kehadiran makanan-makanan tersebut dapat menyebabkan melonjaknya produksi asam lambung.

)) Makanan Berlemak
Makanan-makanan seperti daging-dagingan, mengandung santan dan minyak goreng yang pekat, sama halnya dengan menu makanan diatas, dapat meningkatkan produksi asam lambung.

)) Buah-buahan yang masam dan mengandung gas
Buah dengan rasa masam dan mengandung gas seperti jeruk, lemon, durian, dan sebagainya, alasannya karena dapat menimbulkan gerak reflux berlebih bagi pencernaan. Jika ini terjadi, penderita dispepsia bahkan dapat mengalami kondisi yang lebih buruk lagi seperti GERD.

Makanan Yang Bagus Dikonsumsi Penderita Dispepsia

  • Bubur Ayam – tentu bagi para penderita dispepsia ingin agar dapat mengkonsumsi makanan-makanan pokok seperti nasi. Namun tentunya, kombinasi menu nasi dan beberapa lauk ataupun sayur terkadang tidak dianjurkan bagi penderita dispepsia. Karena itu, bubur ayam bisa menjadi solusi tepatnya. tekstur yang lembut dan asupan karbohidrat yang setara, menjadikan bubur ayam sebagai menu pilihan tepat.
  • Kentang rebus – terkadang dispepsia dapat menyababkan menurunnya selera makan. beberapa makanan dengan tekstur yang terlampau lembut mungkin tidak memberikan selera bagi beberapa orang. Karena itu beberapa menu rebus-rebusan dapat dijadikan sebagai pilihan alternatif. Kentung rebus salah satunya.
  • Brokoli – selain kentang, rebusan-rebusan yang lain juga bisa dijadikan alternatif bagi penderita dispepsia. Brokoli merupakan sayuran hijau mampu mengurangi peradangan-peradangan, Karena itulah ia cocok dikonsumsi oleh penderita dispepsia.
  • Buah Anggur dan Delima – kandungan buah anggur dan delima yang kaya akan antibakteri serta antioksidan menjadikannya cocok sebagai asupan bermanfaat bagi kesehatan organ lambung. Baik dikonsumsi secara langsung ataupun dengan diolah menjadi olahan jus, kedua buah ini patut direkomendasikan.
  • Wortel – sayuran wortel tidak hanya baik untuk kesehatan mata saja, namun juga baik untuk menjaga serta meningkatkan kesehatan organ lambung juga. Terutama apabila wortel tersebut diolah sebagai jus dan dikonsumsi di pagi hari, jus tersebut akan sangat baik untuk dikonsumsi dan berperan sebagai obat pencahar alami yang membersihkan organ-organ pencernaan.
  • Yoghurt – selain wortel yang baik untuk pencernaan, yoghurt pun juga baik dikonsumsi bagi penderita dispepsia. dengan adanya bakteri baik didalam yoghurt, proses pencernaan pun akan menjadi lebih lancar dan menghindari gangguan-gangguan seperti konstipasi atau sembelit.

Jadi itulah larangan dan anjuran makanan untuk dispepsia, semoga artikel ini bisa memberikan pilihan terbaik untuk anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *